Cerita Inklusif JENAZAH WARGA ONU DIPIKUL SEJAUH 10 Km


Sigi  – Sejumlah warga mengelilingi peti Jenazah di pertigaan desa koja dan desa Porelea kecamatan Pipikoro, mereka mendoakan jenazah yang dipimpin oleh seorang Opsir (pendeta) sesaat sebelum diberangkatkan dengan cara dipikul  melewati jalan yang curam dan sulit serta satu jembatan Gantung ke desa Onu,  yang berjarak  ± 10 Km dengan waktu tempuh 5 jam.  Ini dilakukan karena akses menuju ke desa Onu hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.
Peristiwa ini, Kamis (3/5/2018) sekitar pukul 14.30 wita, kami saksikan saat perjalanan  menuju Desa Peana. Tidak mau melewatkan peristiwa ini, saya beserta teman mengikuti rombongan jenazah  walaupun arah tujuan kami berbeda.
Salah seorang warga yang ikut dalam rombongan ini, Yosep mikael (54) mengatakan  ada sekitar 100 orang warga yang bersama-sama dan bergantian memikul peti jenazah.
“ yang memikul jenazah bukan hanya warga desa onu, tetapi dibantu juga dari warga lain dari dua desa yaitu desa Koja dan Desa Porelea,  ini juga menunjukan masih begitu kental sifat gotong royong orang-orang pipikoro “ ujar Yosep mikael yang juga menjabat ketua BPD di desa Onu.
Almarhum bernama Demetrius Bullu (80) meninggal karena sakit, setelah selama satu minggu dirawat di Rumah Sakit Torabelo sigi berdasarkan rujukan dari Puskesmas Kantewu Kecamatan Pipikoro,
Kepergian Almarhum menyisakan  duka yang mendalam bagi 11 orang anak yang ditinggalkan.
Semoga Peristiwa ini bisa lebih menggugah para pihak, baik pemerintah Pusat maupun daerah untuk bersama-sama memikirkan jalan yang terbaik bagi masyarakat Pipikoro, sehingga tidak ada lagi Jenazah maupun orang  sakit harus digotong berkilo-kilo meter, tidak ada lagi jenazah yang harus di bonceng, karena akses jalan,  Semoga...!!!!!(Jurnalis Kampung)



Posting Komentar

copyright Warta Pataka | Designed by OddThem