Dero Tarian Inklusi

Tarian Dero di festival Kopi Pipikoro | Foto : Budiansyah
Rahmat Saleh | Karsa Institute

Dero... tarian Inklusi @karsa-kemitraan : Topo Uma, To Kulawi Lainnya dari kecamatan tetangga Pipikoro, Bupati dan Wakil Bupati Sigi, Ketua DPRD, Para Kepala SKPD, Perwakilan Pemerintah Pusat, Insan Pers, aktivis, aparat keamaan, semuanya larut menjadi satu dalam tarian Dero. Dero adalah salah satu acara disela-sela Festival Kopi Pipikoro, yang dilaksanakan di desa Peana, Ibu Kota kec. Pipikoro, yang terpencil. Dero adalah tarian tradisional yang dikenal luas di sulawesi tengah. Tarian ini istimewa, karena ini adalah tarian terbuka. Tarian ini membentuk formasi lingkaran yang berputar-butar, diiringi dendang lagu tradisional. Setiap orang boleh keluar masuk dalam lingkaran sesuka hati. Setiap orang boleh berpartisipasi. tidak peduli apapun latar belakangnya, dari manapun asalnya, apapun status sosial dan politiknya. Semuanya boleh Modero. Dalam Modero, Tidak ditonton dan menjadi penonton. ‪#‎IDinklusif‬ ‪#‎karsainstitute‬ ‪#‎peduliadat‬

Posting Komentar

copyright Warta Pataka | Designed by OddThem