Festival Kopi Pipikoro

Salah seorang Peserta Festival  memberikan secangkir kopi kepada utusan Kemendes. Photo by Mering
PALU-Aroma Kopi Toratima ternyata bisa membongkar sekat antara kota dan desa, antara pusat dan daerah, antara pemerintah dan yang diperintah, bahkan antara yang tereksklusi dengan yang mengekslusi.

Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Festival Kopi Toratima yang dilaksanakan oleh Karsa Institute bekerjasama dengan Kemitraan dan Pemkab Sigi, 5-6 Maret 2016 lalu, sebagaimana disiarkan oleh TVRI Sulawesi Tengah ini.  Tak cuma itu, kegiatan yang diikuti oleh 19 Desa di kabupaten pedalaman Pipikora ini juga dihadiri oleh 2 utusan dari Kementerian Desa.

"Kopi toratima telah menciptakan inklusi sosial di Kabupaten Sigi, Sulawesi Selatan," ujar utusan Kementerian Desa,  Ahmad Syaifudin yang waktu itu tutut hadir di acara tersebut..

Berikut adalah beritanya yang dipublikasi oleh TVRI @programpeduli @PeduliAdat Rahmat Saleh Anto Gagasn Alexander Mering Ahmad Syaifudin, #IDInklusif

Posting Komentar

copyright Warta Pataka | Designed by OddThem